Jumat, 13 Desember 2019

PKKMB FP UNS 2016


CERITAKU PKKMB FP UNS 2016

Pertama kali aku bertemu secara langsung dengan teman-teman dari kelompok genotipe 7 itu seusai mengambil almamater pada hari kamis. Aku kira mereka susah untuk diajak berkomunikasi, tetapi dugaan itu tidak benar. Mereka sangat ramah sekali dan aku juga tidak ada kendala dalam berkomunikasi dengan mereka. Aku tidak hanya berkenalan dengan teman-teman dari genotipe 7 saja, tetapi sebisa mungkin aku mencari teman sebanyak-banyaknya.
      Aku mulai membahas pkkmb hari pertama. Seingatku pada hari pertama itu aku harus berangkat pagi-pagi dari kontrakan sekitar jam 5 naik motor. Kontrakanku soalnya di daerah Sumber dekat Manahan. Yang katanya MABA FP tidak boleh bawa motor, maka aku menitipkan motorku di kostan saudaraku yang mahasiswi UNS juga di daerah Jagalan, lalu dia mengantarkanku ke FP. Pagi itu MABA disuruh baris di depan rektorat. Banyak wajah-wajah baru lagi yang harus masuk ke dalam memori otakku, bukan sekedar melihat tapi berkenalan. Selepas itu kita dibawa ke FP, lalu kami disambut meriah oleh kakak-kakak tingkat kami. Diawal aku pikir ini akan menyenangkan dan tidak ada ketegangan.  Sebelum pulang, kakak-kakak dari black team pun masuk, disitu dugaanku salah lagi. Yaa tetapi namanya masa orientasi kalau tidak ada yang ngomel-mengomel tidak seru, soalnya pengalaman dari jamanku SMP dan SMA.
       Di hari kedua penuh dengan ketegangan lagi, kakak-kakak black team marah-marahnya semakin besar. Aku biasa aja menanggapinya, aku tahu dari awal kalo itu hanya rekayasa.  Lalu kita maba-maba diberikan materi-materi.
       Menurutku dihari ketiga adalah puncaknya. Walaupun masih ada 1 hari lagi. Kami semua maba melakukan kesalahan dan maju kedepan semua, sebuah ketidaksengajaankah? Bukan, ini kesolidan Mahasiswa Pertanian 2016. Diomelin dibentak udah biasa ditelingaku tapi ngga tau gimana teman-temanku. Selepas itu ada materi lagi. Aku rasa penyampaian materi disebuah ruangan itu sangat membosankan, sama aja kaya seminar. Mungkin bagi narasumber tidak, tetapi bagi pendengar seperti kami tidak tahan akan lantunan-lantunan kata dari narasumber yang terdengar seperti lagu penghantar tidur. Di hari ketiga kami diajarkan bagaimana rasanya berdemo, walaupun disitu tidak ditulis ‘Latihan Demo MABA FP 2016’ tetapi seru dan disitu aku merasa bangga sebagai mahasiswa. Lalu kami membuat formasi yang membentuk foto. Aku kira sampai disitu selesai, taunya klimaksnya belum keluar. Kakak-kakak black team dan panitia mengkambing hitamkan MABA, teman-teman kami ada yang emosi ada yang marah kepancing dengan kelakuan mereka. Ehh ini Cuma rekayasa, aku ingin berkata seperti itu tapi kalo tidak ada adegan seperti itu tidak seru. Yaa akhirnya kita menutup acara genetika 2016 dengan meriah selepas tragedi tersebut. Banyak yang foto, selfie, joget.
       Dan satu lagi, untuk kelompok genotipe 7. Walaupun kita terdiri dari prodi-prodi yang berbeda, tentunya itu bukan masalah bagi kita untuk saling tetap berkomunikasi dan berteman. Kita semua sudah saling mengenal satu sama lain. Aku mengganggap kalian adalah keluarga pertama yang aku temukan di UNS. Aku berterima kasih kepada kalian semua yang mengizinkan aku untuk mengenal kalian dan berteman dengan kalian semua. Pesanku untuk genotipe 7, tetap berkomunikasi terus sebagai anggota genotipe 7 untuk menjaga pertemenanan, persaudaraan, dan persahabatan kita sampai nanti. Dan semoga kalian lulus dengan ipk dan tahun yang kalian inginkan masing-masing. Aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kita semua.
      Dan makasih untuk mas Nashrul yang telah membimbing kelompok genotipe 7. Dan pesan yang selalu aku ingat dari mas Nashrul, kalo gasalah ‘tolong ramaikan grupnya’.
       Mungkin sekilas gambaran pkkmb genetika 2016 menurut sudut pandangku seperti itu. Intinya setiap waktu, jam, menit, detik yang kita lakukan di pkkmb sangatlah berharga tentunya dan semoga bermanfaat bagi aku dan semua teman-temanku. hanya itu yang bisa aku sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf. 
 “But if the while I think on thee, dear friend, All losses are restored and sorrows end.” 
William Shakespeare

Tidak ada komentar:

Posting Komentar